Tampilkan postingan dengan label Goresanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Goresanku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juni 2012

Cinta


Cinta,,,, orang bilang berjuta indahnya
Aku penasaran, kudekati, saling berkenalan kemudian lanjut ke tingkat pedekatean, terus terciptalah satu hubungan bernama pacaran. Ya,,, indah memang pada awalnya, tapi hanya berumur sekejab saja, keindahan itu hilang lenyap dilibas oleh luar biasa kebinasaan.
Takut! itulah kenangan yang tersimpan rapi dalam kotak pikiranku, tak akan terhapus dengan sendiri sampai ada kereta kuda beserta pangeran baik hati yang bisa meyakinkan hati datang menjemput diri layaknya seorang putri seperti dalam cerita dongeng "cinderella". Ya......pastinya akan begitu indah serasa diselimuti oleh kesempurnaan. 

Tetap dalam kejaiman kubatasi diri dengan prinsip agar cinta tak menjebakku pada ketakutan yang sama,
Senang, duka, cemburu buta itu hiasannya,,,, sakit memang,,,, tapi ketika pengertian itu menjelma semua rasa sakit terkikis habis.
Bingung,,,, ada apa dengan diriku,,, kutanya pada sekeliling orang menjawab dengan jawaban yang sama, aku jatuh cinta.

Senin, 23 Mei 2011

Menikah Lagi



Tak seperti biasa, tatapan Ayah kali ini sungguh lekat, jika saja yang ada dihadapanku saat ini adalah seorang pria tampan di era 70an lalu, pastinya tatapan ini pantas dibilang memikat. Kucium ada bau keanehan yang melekat, seperti ada rahasia tersembunyi yang harus disingkap.

Minggu, 22 Mei 2011

Rasaku sama seperti rasamu



“Dari dulu sampai sekarangpun aku masih yakin, mengenai nanti biarkan waktu yang menjawab semuanya.”

Kata yang sederhana, namun berhasil membuat hati beku dan bibir kaku, untungnya dapat mencair oleh sedikit hangat kata yakinmu walaupun memberi kesan menggantung.

Kusimpan rapi kata-kata yakinmu dengan huruf kapital dalam memori ingatan. Berbekal keyakinan itu kujaga cinta tetap utuh satu, kupupuk rasaku hingga subur dan berharap sama seperti rasamu.

Jodoh kilat Via Facebook


“Ikrar, bukan kata keramat,” Cinta...., torehkan luka teramat dalam, begitu perih hingga tak bergeming, dan bahasa tak lagi dapat dirangkai menjadi sebuah kata, jadilah diam! Pilu tak dapat terlukis dalam raungan tangis, jadilah senyap, menahan sesak!.