Hanya halusinasiku ataukah nyata
Ada wajahmu di wajah-wajah mereka
Dan aku.... kembali melihatmu hari ini
Kali ini aku tidak akan lagi lari
Tetapi lebih memaknai bayangmu
Juga memaknai entah apa maksud Tuhan
Apakah ia sedang memberi isyarat kepada harapan
Ataukah hanya memberi jawaban atas kerinduan
Tampilkan postingan dengan label Aku dan Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aku dan Puisi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 31 Mei 2015
Senin, 13 April 2015
Berpikir Tentang Lelah
Pernahkah kau berpikir tentang lelah
Kala menunggu pelangi yang tak kunjung tiba, padahal hujan
telah lama reda
Dan aku?
Ya……. Aku mulai berpikir tentang hal itu
Lelah menunggu dia yang pergi namun tak kunjung kembali
Hingga waktu memakan sebagian dari sisa usiaku
Apakah ia sedang terlupa arah jalan pulang
Ataukah sedang tersesat bahkan telah mati didalamnya
Yang jelas aku mulai berpikir tentang lelah, dan
Jika sampai waktunya tak perlu lagi ia kembali
Karena aku yang akan
menyusulnya pergi
Rabu, 31 Desember 2014
Jungkir Balik Dunia Ku
Hari berganti menjadi minggu
Minggupun berlalu dan menjelma menjadi bulan
Waktu terus berpacuMinggupun berlalu dan menjelma menjadi bulan
tinggal aku dengan ketakutanku
Tentang kabar tahun akan datang
Takut ia akan menghapus dengan paksa semua kenangan yg pernah kau dan aku rajut dengan seksama
Hingga menjadikan kata 'kita' adalah sesuatu yang mustahil :'(
Taukah kau pertama kali rasaku berpijar sesungguhnya aku tau tak mungkin milikimu
sebab aku sadar betul tak sempurnaku
Namun lewat kata juga janji indahmu
Tuhan malah menyeretku dalam pengharapan
sebelum menghempaskanku kembali dalam lorong gelap yang meninggalkan ketakutan-ketakutan baru
hmmm...... jungkir balik kini duniaku hanya olehmu
Ketika rasa tak bisa lepas dari diri yang sudah terhempas
Rasanya hina bertahan dengan kebodohan
Mengemis belas kasihmu hingga kembali
namun tanpa ujung penantian
Kau rasakanpun tidak bahwa jiwa dan raga ini seluas arti cintaku
rela memberi meski tak akan diberi
rela menerima meski tak diterima
rela menunggu meski tau berujung sia
Sesungguhnya aku lelah dicemooh waktu
tapi teruslah hatimu berkelana hingga kau puas
dan aku tetap akan mengerti kamu
dalam penantianku
Selasa, 26 Juni 2012
Putih dan Hitam
Aku menatap arakan awan
Hingga birunya berubah kelabu oleh hasutan malam
Yang hanya menyimpan dua warna yaitu putih dan hitam
Entah karena darinya hanya tersirat kelam ataukah bukan
Tak juga kutau
Pastinya hatiku ikut tenggelam
Banyak rasa kutemui di dasarnya
Aku maknai dengan khikmat
Ajukan tanya pada diri
kemudian menjawabnya sendiri
Bagaimana jika hari hanya ada biru
Pastikah jiwaku tak rasakan sendu
Bagaimana pula jika hari tanpa kelabu
Bisakah kutemui kehilangan yang menyeruak rindu
26 Mei 2012 21.31
26 Mei 2012 21.31
Senin, 25 Juni 2012
Arakan Pengantin
Aku melihat arakan pengantin
Hanya mimpi namun terkesan nyata
Aku mempercayainya sebagai pertanda indah akan sampai pada waktunya
Malangnya bukan waktuku tapi hanya waktumu
Entah karena kau sudah lebih dulu mengerti ketulusan sebelum aku
Ataukah akibat dari obsesi umurmu saja
Ya sudahlah, mungkin ending cerita rasaku buatmu dalam buku takdir Tuhan memang sudah digariskan harus dikubur hidup-hidup
Tentang seseorang yang kau pilih
Dia sungguh beruntung sebab lebih pintar melengkapi kedunguanmu dalam memahami apa itu cinta hingga ia akan menjadi sempurna
Sedangkan aku adalah setolol-tololnya manusia
Terjebak kemudian terpuruk oleh cinta dalam ruang arti begitu sempit yang kau tawarkan, yaitu
Cinta hanya sebatas persinggahan
Saling kecup
Saling raba
Kemudian meningkat lagi pada persetubuhan
Sebagai bukti cintamu dan cintaku
Begitu katamu
Cinta... dengan pembuktian seperti itu hanyalah topeng untuk menutupi nafsu belaka
Ini menurutku
Sekedar memuaskan diri mencapai orgasme
Kemudian kau tetap akan pergi
Sebab di matamu aku tetaplah seonggok kekurangan
Dan aku bersyukur karena Tuhan telah menjauhkan aku darimu
Lelaki yang tak punya hati
25 Mei 2012 20.38
Malam
Apakah malam bisa membaca isi hati yang ingin berontak atas ulah galau
Hingga ia hadirkan hujan sebagai penenang
Agar dekapan dingin cepat mengantar pada lelap
Hingga semuanya terlupakan hingga ke pagi
Bila mata masih bisa menatap pergantian hari
Begitupun dengan mimpi
Masih ada celah harap untuk terealisasi
15 Maret 2012 21.49
Kamis, 07 Juni 2012
Rindu
Tak lagi kudengar candamu
Tak juga tawa apalagi syair-syair mesra
Tanpamu kurasakan sepi
Kurasakan ada yang hilang dari hidupku
Aku tak tahu pasti nama yang tepat akan rasa ini
Tapi benakku berbisik menamainya "rindu"
6 Maret 2012 pukul 21:44
Tak juga tawa apalagi syair-syair mesra
Tanpamu kurasakan sepi
Kurasakan ada yang hilang dari hidupku
Aku tak tahu pasti nama yang tepat akan rasa ini
Tapi benakku berbisik menamainya "rindu"
6 Maret 2012 pukul 21:44
Ada Yang Kukenang
Ada yang kukenang
Tentang cerita cinta yang yakin meminang
Sayangnya telah menghilang
Tak dapat lagi untuk ku ulang
Hanya bisa kutatap dari kejauhan
Sebab jalan di depan ku terjal, dan
Telah ditutup dengan jeruji kebencian
Kutitip saja salam lewat angin penjaga pintu
Beserta sepaket rindu dan harap menggebu Kubingkis dengan kotak merah hati
Tak lupa kusisipkan tulisan ''teruntuk cinta yang akan selalu kutunggu hingga waktu membeku''
Belum sampai pada genggaman
lewat celahnya jeruji ditepiskan badai yang bernama kecewa
Hingga melayang jauh
Kemudian jatuh terjungkal
Lalu hancur berderai
Harappun temui kebuntuan
Sebab itulah satu2nya paket special yang ku punya untuk yang paling special
Namun semuanya telah diberantakkan ego
Yang terlebih dahulu berhasil meluluhlantakkan kata maaf sampai tak bersisa untuk ku
Dan aku tak lagi punya keberanian untuk mendekat
Sudah terlalu hina kurasakan cinta menghina
Hingga ketakutan berhasil membuncah hingga besarnya melebihi rasa yang ku punya
Tentang cerita cinta yang yakin meminang
Sayangnya telah menghilang
Tak dapat lagi untuk ku ulang
Hanya bisa kutatap dari kejauhan
Sebab jalan di depan ku terjal, dan
Telah ditutup dengan jeruji kebencian
Kutitip saja salam lewat angin penjaga pintu
Beserta sepaket rindu dan harap menggebu Kubingkis dengan kotak merah hati
Tak lupa kusisipkan tulisan ''teruntuk cinta yang akan selalu kutunggu hingga waktu membeku''
Belum sampai pada genggaman
lewat celahnya jeruji ditepiskan badai yang bernama kecewa
Hingga melayang jauh
Kemudian jatuh terjungkal
Lalu hancur berderai
Harappun temui kebuntuan
Sebab itulah satu2nya paket special yang ku punya untuk yang paling special
Namun semuanya telah diberantakkan ego
Yang terlebih dahulu berhasil meluluhlantakkan kata maaf sampai tak bersisa untuk ku
Dan aku tak lagi punya keberanian untuk mendekat
Sudah terlalu hina kurasakan cinta menghina
Hingga ketakutan berhasil membuncah hingga besarnya melebihi rasa yang ku punya
16 Juli 2011 pukul 22:13
Jejak
Pernah aku cemas pada bayang-bayang kelam
Namun ku enyahkan dari benak
Sebab aku ikut larut dalam sebuah keyakinan yang ditawarkan begitu indah
Hingga rasa yang tak pernah dirasapun bisa sampai pada kebutaan
Ketika semua dalam hitung kejap
Semakin pekat memudar
Bahkan pendarnyapun menghilang
Hanya harap yang tertinggal engap-engap
Entah.... masih dapatkah kulacak jejak-jejak langkah
Sebelum waktu membuat diri terkapar lemas diselimuti kelam berlarut
Sebab tapak-tapaknya tak nyata
Dan bayangnya ternyata semu belaka hasil ciptaan dari khayalanku
Namun ku enyahkan dari benak
Sebab aku ikut larut dalam sebuah keyakinan yang ditawarkan begitu indah
Hingga rasa yang tak pernah dirasapun bisa sampai pada kebutaan
Ketika semua dalam hitung kejap
Semakin pekat memudar
Bahkan pendarnyapun menghilang
Hanya harap yang tertinggal engap-engap
Entah.... masih dapatkah kulacak jejak-jejak langkah
Sebelum waktu membuat diri terkapar lemas diselimuti kelam berlarut
Sebab tapak-tapaknya tak nyata
Dan bayangnya ternyata semu belaka hasil ciptaan dari khayalanku
5 Juli 2011 pukul 20:11
Ukiran Hari
Cemburu selalu menjalar meski diam tapi berakar
Memagut semua khayal
Merenggut sehatnya akal
Saat emosi angkat bicara
Habislah kata tak sempat terangkai
bila pengertian pupus
maka rasa merapuh
Tali temali yang terajutpun dengan seketika putus
Sesak,,,, dapati sesal tak mampu merajut kembali yang teputus
Dan kenangan tak dapat terhapus
Saat seperti ini, dimana malam beku datang
Dalam gebu guyuran hujan
mengingatkan pada catatan perih
pada sejarah pilu ukiran hari pada pinggir jalanan tak berdebu
Tangis tak akan pernah terhenti untuk itu
Memagut semua khayal
Merenggut sehatnya akal
Saat emosi angkat bicara
Habislah kata tak sempat terangkai
bila pengertian pupus
maka rasa merapuh
Tali temali yang terajutpun dengan seketika putus
Sesak,,,, dapati sesal tak mampu merajut kembali yang teputus
Dan kenangan tak dapat terhapus
Saat seperti ini, dimana malam beku datang
Dalam gebu guyuran hujan
mengingatkan pada catatan perih
pada sejarah pilu ukiran hari pada pinggir jalanan tak berdebu
Tangis tak akan pernah terhenti untuk itu
20 Mei 2011 pukul 23:18
Harus Kuapakan Rasa
Langit di arak gelap
Diiringi pekat dengan tabuhan kasidah rindu
Sambil lantunkan ayat-ayat cinta berupa tembang lagu
berlirik pilu dengan syahdu
Kutatap malam tak lagi semarak
Kalbu tersayat
Disimbah hujan menggenang di kelopak mata
Merembes kehati jadikannya berkarat
Jiwa terinfeksi hingga sekarat
Entah harus kuapakan rasa ini agar bisa mati tak bersyarat
Haruskah kusibukkan dengan kebencian
Mestikah kukurung dalam ruang dingin sampai beku
Ataukah harus kukubur hidup2 dalam pelarian
Dan aku mainkan peran sebagai pemeran utama dalam permainan
Diiringi pekat dengan tabuhan kasidah rindu
Sambil lantunkan ayat-ayat cinta berupa tembang lagu
berlirik pilu dengan syahdu
Kutatap malam tak lagi semarak
Kalbu tersayat
Disimbah hujan menggenang di kelopak mata
Merembes kehati jadikannya berkarat
Jiwa terinfeksi hingga sekarat
Entah harus kuapakan rasa ini agar bisa mati tak bersyarat
Haruskah kusibukkan dengan kebencian
Mestikah kukurung dalam ruang dingin sampai beku
Ataukah harus kukubur hidup2 dalam pelarian
Dan aku mainkan peran sebagai pemeran utama dalam permainan
12 Mei 2011 pukul 23:45
Ceceran Bahagia
Cahaya mana lagi bisa diharapkan
Terangi malam yang terlihat enggan berkelakar
Sedangkan bintang telah pergi pada kematian
Orang-orang lalu lalang senang
Ada yang menyapa ramah
Ada yang merangkul hangat
Ada pula yang mendekap erat dengan semangat
Tapi,,,, hati tetap saja lengang oleh hampa
Kelam....
Entah kapan akan tenggelam
Berhenti menjadi penyelimut hari ketika dingin mengusik sampai tulang sumsum menjerit sakit
Entah dimana dan kapan ceceran bahagia dapat ditemukan
wujudnya masih semu,,,,
11 Mei 2011 pukul 22:40
Terangi malam yang terlihat enggan berkelakar
Sedangkan bintang telah pergi pada kematian
Orang-orang lalu lalang senang
Ada yang menyapa ramah
Ada yang merangkul hangat
Ada pula yang mendekap erat dengan semangat
Tapi,,,, hati tetap saja lengang oleh hampa
Kelam....
Entah kapan akan tenggelam
Berhenti menjadi penyelimut hari ketika dingin mengusik sampai tulang sumsum menjerit sakit
Entah dimana dan kapan ceceran bahagia dapat ditemukan
wujudnya masih semu,,,,
11 Mei 2011 pukul 22:40
Inginku
Ingin ku saat ini hanya Lelap dalam pelukan bumi
Dengan sisa-sisa hembusan nafas yang memburu dan cium hangatmu yang menggebu dalam ingatku
Tanpa harus bangun lagi
Sebab mimpi terlalu indah untuk aku beranjak pergi
Dengan sisa-sisa hembusan nafas yang memburu dan cium hangatmu yang menggebu dalam ingatku
Tanpa harus bangun lagi
Sebab mimpi terlalu indah untuk aku beranjak pergi
25 April 2011 pukul 22:50
Selasa, 05 Juni 2012
Mutiara Dari Untaian Kata
Ketika langkahku tak meninggalkan jejak kaki
Ketika senyumku tak terbaca pada lembaran hari
Ketika sekarat datang menghampiri
Adakah nyanyian rindu atau sapa peduli
Agar pilu dapat terhapus dengan sendiri
Ketika kerongkonganku tercekat menyebut sebuah nama
Ketika langkahku patah mengejar ke arah bayangan
Adakah mutiara dari untaian kata untuk meyakinkan hati
Agar bening dikelopak mata dapat kuseka sendiri
Disini... Diruang tunggu yang mempunyai nama namun tak tercerna maknanya
Tak juga kudengar panggilan untuk namaku
Adakah terlupa ataukah memang tak tertulis pada buku catatan berbentuk hati itu
Tapi aku masih menunggu hingga diusir oleh waktu
Meski ada cibiran bertema kesia2an yang mengusik
Meski ada cemoohan bertema naif yang tak bisa ditampik
Kututup rapat kuping maka buyarlah berisik
Kunetralkan hati dengan kenangan maka hilanglah perih yang mencabik
Hanya saja tak bisa kuhentikan tangis barang sedetik
Meski telah kuhibur hati dengan lelucon lucu yang serba menarik
09 April 2011 jam 20:36
Ketika senyumku tak terbaca pada lembaran hari
Ketika sekarat datang menghampiri
Adakah nyanyian rindu atau sapa peduli
Agar pilu dapat terhapus dengan sendiri
Ketika kerongkonganku tercekat menyebut sebuah nama
Ketika langkahku patah mengejar ke arah bayangan
Adakah mutiara dari untaian kata untuk meyakinkan hati
Agar bening dikelopak mata dapat kuseka sendiri
Disini... Diruang tunggu yang mempunyai nama namun tak tercerna maknanya
Tak juga kudengar panggilan untuk namaku
Adakah terlupa ataukah memang tak tertulis pada buku catatan berbentuk hati itu
Tapi aku masih menunggu hingga diusir oleh waktu
Meski ada cibiran bertema kesia2an yang mengusik
Meski ada cemoohan bertema naif yang tak bisa ditampik
Kututup rapat kuping maka buyarlah berisik
Kunetralkan hati dengan kenangan maka hilanglah perih yang mencabik
Hanya saja tak bisa kuhentikan tangis barang sedetik
Meski telah kuhibur hati dengan lelucon lucu yang serba menarik
09 April 2011 jam 20:36
Ekspresi Bisu
Adakah ekspresi cinta lain yang bisa menjawab ketidaktauanku
Selain ekspresi bisu itu
Kureka jawaban sendiri atas cecaran tanya dalam hitung ribu
Mungkin dalam ungkap malu,,, karena masa abg itu telah lama berlalu
Atau pula sebab kata telah dipahat pada dinding kalbu
Sengaja dibiarkan agar menyatu sendiri dengan jiwa kita seiring waktu hingga jiwa menjadi satu
Namun.... waktu terpaku dengan jawabku tanpa angguk pembenaran seolah ragu
Orang2 tertawa mengejekku tanda tak setuju, dan
Aku,,, buntu pada pilihan jawab yang tak tentu
Tanpa pembenaran yang dapat membuat kecamuk rasa dihati lebih menentu
07 April 2011 jam 10:05
Selain ekspresi bisu itu
Kureka jawaban sendiri atas cecaran tanya dalam hitung ribu
Mungkin dalam ungkap malu,,, karena masa abg itu telah lama berlalu
Atau pula sebab kata telah dipahat pada dinding kalbu
Sengaja dibiarkan agar menyatu sendiri dengan jiwa kita seiring waktu hingga jiwa menjadi satu
Namun.... waktu terpaku dengan jawabku tanpa angguk pembenaran seolah ragu
Orang2 tertawa mengejekku tanda tak setuju, dan
Aku,,, buntu pada pilihan jawab yang tak tentu
Tanpa pembenaran yang dapat membuat kecamuk rasa dihati lebih menentu
07 April 2011 jam 10:05
Kabut Rindu
Hati berselubung kabut rindu
Rindu pada dinginnya hati di masa lalu
Yang selalu membatasi diri agar tak sampai menginjak rasa itu
Rasa yang banyak membutakan ribuan mata
Rasa yang dapat melumpuhkan jutaan logika
Dan rasa yang berhasil membuat mati tak hingga manusia
Menurutku yang terlihat dungu waktu itu
Tapi.... Aku rindu
Rindu pada kepolosan pikir dan kelapangan hati kala itu
Yang membuat langkah ringan dan laju
Tanpa setumpuk sakit dan sebongkah cemburu dipikul diatas bahu yang tak pantas untukku
Karena halalnya masih semu
Hati berselubung kabut rindu
Rindu kenangan masa lalu
Masa dimana pikirku tak mengenal kata buntu
Masa dimana hatiku tak mengerti apa itu cemburu
Aku rindu....dengan saat2 seperti dulu
Sayangnya waktu terus melaju
Tak kenal kata henti
Tak kenal kata kembali
Tak kenal juga kata kompromi
Terjebak aku dalam lorong kelabu
Tanpa tau penyebab utama karena cinta ataukah nafsu sebenarnya yang dikenalkan oleh waktu
Hingga rasa itu sanggup menyapaku
Bahkan tenggelamkan aku pada rasa takut kehilangan semakin dalam tiap detiknya atas 1 nama yang berhasil mengukir rasa itu di kalbu mulai dari awal titik temu
15 Maret 2011 jam 22:43
Rindu pada dinginnya hati di masa lalu
Yang selalu membatasi diri agar tak sampai menginjak rasa itu
Rasa yang banyak membutakan ribuan mata
Rasa yang dapat melumpuhkan jutaan logika
Dan rasa yang berhasil membuat mati tak hingga manusia
Menurutku yang terlihat dungu waktu itu
Tapi.... Aku rindu
Rindu pada kepolosan pikir dan kelapangan hati kala itu
Yang membuat langkah ringan dan laju
Tanpa setumpuk sakit dan sebongkah cemburu dipikul diatas bahu yang tak pantas untukku
Karena halalnya masih semu
Hati berselubung kabut rindu
Rindu kenangan masa lalu
Masa dimana pikirku tak mengenal kata buntu
Masa dimana hatiku tak mengerti apa itu cemburu
Aku rindu....dengan saat2 seperti dulu
Sayangnya waktu terus melaju
Tak kenal kata henti
Tak kenal kata kembali
Tak kenal juga kata kompromi
Terjebak aku dalam lorong kelabu
Tanpa tau penyebab utama karena cinta ataukah nafsu sebenarnya yang dikenalkan oleh waktu
Hingga rasa itu sanggup menyapaku
Bahkan tenggelamkan aku pada rasa takut kehilangan semakin dalam tiap detiknya atas 1 nama yang berhasil mengukir rasa itu di kalbu mulai dari awal titik temu
15 Maret 2011 jam 22:43
Melewati Senja
Untuk menjemput malam
Kenapa mesti melewati jalannya senja
Yang pernah menorehkan luka
Meski sembuh terobati
Tapi ngilu itu terkadang masih terasa sebab dinginnya hembusan angin
Untuk melihat indahnya langit malam menikmati kedamaian
Kenapa mesti meladeni ulah senja
Yang selalu berakhir dengan tangis
Meski hal itu adalah kebencian
Tapi bening terlalu ramah selalu menyapa pipi hingga pinggiran bibirnya basah sebab hati bukanlah baja
Lagi2. . . dalam semeraut rasa harus kujemput malam dengan melewati senja
menciptakan kedamaian sendiri lewat semburat indah yang diambil dari gelap biasan langit milik malam
untuk dihadiahkan buat hati sendiri
Kenapa mesti melewati jalannya senja
Yang pernah menorehkan luka
Meski sembuh terobati
Tapi ngilu itu terkadang masih terasa sebab dinginnya hembusan angin
Untuk melihat indahnya langit malam menikmati kedamaian
Kenapa mesti meladeni ulah senja
Yang selalu berakhir dengan tangis
Meski hal itu adalah kebencian
Tapi bening terlalu ramah selalu menyapa pipi hingga pinggiran bibirnya basah sebab hati bukanlah baja
Lagi2. . . dalam semeraut rasa harus kujemput malam dengan melewati senja
menciptakan kedamaian sendiri lewat semburat indah yang diambil dari gelap biasan langit milik malam
untuk dihadiahkan buat hati sendiri
15 Maret 2011 jam 17:02
Aku Tau
Waktu terus melaju
Tak kenal yang namanya tunggu
Itu..... Aku tau
Tapi langkahku tetap saja kaku
Diam terpaku tepat didepan jalan buntu...
Bukan karena tak ada jalan lain yang dapat membantu sampaikan aku pada tujuan
Tapi karena semangatku yang hidup segan mati tak mau
Disambung tegap dibiarkan patah
Waktu... Terus melaju
Tak kenal yang namanya iba
Itu....aku juga tau
Bukannya kupacu langkah
Tapi tersipu dalam kata malu
Semangatku hilang tak tau kemana tuju
Langkahpun jadi patah,pincang sebelah dan akhirnya berjalan lamban tertinggal jauh oleh waktu
meski dengan merangkak kucoba tetap melangkah mencapai tempat tujuan yang merupakan keharusan...
Namun waktu tak mau tersaingi
Sengaja hadapkan aku pada misteri kehidupan lewat cobaan untuk kupecahkan
Tapi malang bukan menang namun gagal yang selalu lebih beruntung mengisi hariku
Tinggal menunggu mukjizat datang...
Semoga saja 1 saat benar2 menjemputku
Tak kenal yang namanya tunggu
Itu..... Aku tau
Tapi langkahku tetap saja kaku
Diam terpaku tepat didepan jalan buntu...
Bukan karena tak ada jalan lain yang dapat membantu sampaikan aku pada tujuan
Tapi karena semangatku yang hidup segan mati tak mau
Disambung tegap dibiarkan patah
Waktu... Terus melaju
Tak kenal yang namanya iba
Itu....aku juga tau
Bukannya kupacu langkah
Tapi tersipu dalam kata malu
Semangatku hilang tak tau kemana tuju
Langkahpun jadi patah,pincang sebelah dan akhirnya berjalan lamban tertinggal jauh oleh waktu
meski dengan merangkak kucoba tetap melangkah mencapai tempat tujuan yang merupakan keharusan...
Namun waktu tak mau tersaingi
Sengaja hadapkan aku pada misteri kehidupan lewat cobaan untuk kupecahkan
Tapi malang bukan menang namun gagal yang selalu lebih beruntung mengisi hariku
Tinggal menunggu mukjizat datang...
Semoga saja 1 saat benar2 menjemputku
13 Maret 2011 jam 22:08
Pilu Itu Hak Milik
Senja pulang
Dan malam datang menggantikan
Tubuh lelah
pundak penat memikul berat beban yang dilihat orang ringan
Dari batas penglihatan tanpa merasa menjinjingnya karena mereka tak dapat mendeteksi hingga ke bathin
Dan tidur pulas adalah hal yang diinginkan
Hari bersenandung pilu
Hati tersayat
Dan kembali pada asal tanpa beban itu yang diharapkan
Tak bersyukur mungkin itu cap pan orang
Karena goresan hanya dipenuhi ungkapan keluh
Mengusir sesak lewat tulisan yang penting bukanlah dosa
Terserah... apa kata untuk diucap yang mereka mau
Karena mereka serba tak tau menau dan tak pernah mau tau....
Kalau kehadiran pilu itu benar adanya
Ingin jeritkan ketika hadir cibiran
Tapi bibir tercekat kelu
Kalimat tersenggat hanya sampai dikerongkongan membeku
Terlalu gengsi untuk diketahui kalau pilu itu adalah hak milik
Bertopengkan senyum dan sedikit polesan tawa adalah ritual setiap waktu
Bukan sanjungan apalagi dapatkan penghargaan atas siasat yang cukup jitu
Malah kata munafik yang terdengar seperti hujan renyai tak dapat diprediksi kapan henti
Hadirkan resah di hati si penunggu
13 Maret 2011 jam 17:33
Dan malam datang menggantikan
Tubuh lelah
pundak penat memikul berat beban yang dilihat orang ringan
Dari batas penglihatan tanpa merasa menjinjingnya karena mereka tak dapat mendeteksi hingga ke bathin
Dan tidur pulas adalah hal yang diinginkan
Hari bersenandung pilu
Hati tersayat
Dan kembali pada asal tanpa beban itu yang diharapkan
Tak bersyukur mungkin itu cap pan orang
Karena goresan hanya dipenuhi ungkapan keluh
Mengusir sesak lewat tulisan yang penting bukanlah dosa
Terserah... apa kata untuk diucap yang mereka mau
Karena mereka serba tak tau menau dan tak pernah mau tau....
Kalau kehadiran pilu itu benar adanya
Ingin jeritkan ketika hadir cibiran
Tapi bibir tercekat kelu
Kalimat tersenggat hanya sampai dikerongkongan membeku
Terlalu gengsi untuk diketahui kalau pilu itu adalah hak milik
Bertopengkan senyum dan sedikit polesan tawa adalah ritual setiap waktu
Bukan sanjungan apalagi dapatkan penghargaan atas siasat yang cukup jitu
Malah kata munafik yang terdengar seperti hujan renyai tak dapat diprediksi kapan henti
Hadirkan resah di hati si penunggu
13 Maret 2011 jam 17:33
Sama-sama Tak Tau
Kupahat rindu pada dinding malam
Kubiarkan bersatu dengan alam
Dengan demikan tak perlu risau bila gebunya menggelitik kalbu dengan seribu tanya kaku
kau tak tau jawabnya, aku juga tak tau
Kita sama2 tak tau
Maka kuturuti maumu serahkan semua pada waktu untuk memaknainya terlebih dahulu
Bila.... 1 saat lebih dulu kau tau
Ajari aku....
Kubiarkan bersatu dengan alam
Dengan demikan tak perlu risau bila gebunya menggelitik kalbu dengan seribu tanya kaku
kau tak tau jawabnya, aku juga tak tau
Kita sama2 tak tau
Maka kuturuti maumu serahkan semua pada waktu untuk memaknainya terlebih dahulu
Bila.... 1 saat lebih dulu kau tau
Ajari aku....
05 Maret 2011 jam 22:16
Langganan:
Postingan (Atom)